Sentences For My First (Puisi)

19.22

Ini bukan tentang cerita kita dimasa lalu
Bukan juga tentang perassanku yang tak pernah mati
Hari ini kutulis sebuah kata-kata untukmu
Untuk melengkapi kumpulan puisi yang mungkin sudah tak terhitung

Ini bukan tentang parasmu yang menawan
Bukan tentang karismamu yang melebihi bidadari
Ini hanya sebuah perasaan dan sebuah pemikiran
Hanya tentang rasa yang tak menentu yang ingin kutanyakan

Entahlah....
Hari demi hari waktu demi waktu telah aku lalui
Dengan membawa sejuta tanya yang belum kau balas
Apa mungkin aku terlalu bodoh
Atau kau yang terlalu sempurna untuk kumiliki

Aku tak pernah bertanya secara langsung kepadamu
Karna aku terlalu pengecut untuk melakukannya
Tubuhku terasa kaku, kakiku bergetar, jantungku berdebar
Aku hanya bisa mengirimkan kata-kata tanpa sang tuan yang mengiringi
Tapi pecayalah, itu karena rasaku yang terlalu mendaging untukmu

Mungkin aku harus buta untuk melupakanmu
Karena setiap melihatmu, rasa yang tlah terlupakan tiba-tiba muncul dengan mudahnya
Mungkin hanya kematian yang bisa menghilangkan perasaan ini
Jangan tanyakan mengapa karena akupun tak mengerti
 
Walau  jarak, tempat, lingungan kita jauh berbeda
Rasa ini tetap terjaga, rasa ini tetap ada  
Walau aku tak tau apa yang ada dihati dan benakmu sekarang
Aku tak tau siapa yang mengisi hatimu sekarang
Hanya satu yang aku tau tapi masih aku pertanyakan
Sampai kapanpun aku akan menunggumu karena kau adalah tulang rusukku



                                                                                                       Dikdik Nurhadi
Previous
Next Post »
0 Komentar